Thursday, March 10, 2011

DEFINITIONS AND CAUSES OF FOOD POISONING

Any circumstances indicate multisystem disorders with no apparent cause should be suspected the possibility of poisoning. Misalnya bila ditemukan penurunan tingkat kesadaran secara mendadak, gangguan nafas, manifestasi berat pada klien psikiatrik, sakit dada pada remaja, aritmia yang mengancam nyawa, atau gejala klinis pada pekerja dengan lingkungan kerja yang mengandung bahan kimia, asidosis metabolic yang sukar dicari penyebabnya, tingkah laku aneh, ataupan kelainan neurologis dengan penyebab yang sukar diketahui. For example if found in an abrupt decrease in level of consciousness, impaired breathing, severe manifestation of psychiatric clients, chest pain in adolescents, life-threatening arrhythmias, or clinical symptoms in workers with a work environment that contains chemicals, metabolic acidosis are difficult to find cause, behavior weird, ataupan neurological disorder with unknown cause that is difficult.
Racun adalah zat yang ketika tertelan,terhisap, diabsorbsi,menempel pada kulit,atau yang dihasilkan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif kecil dapat menyebabkan cedera tubuh dengan adanya reaksi kimia.Kecelakaan melalui inhalasi dan menelan materi toksik, baik kecelakaan dank arena kesengajaan, merupakan kondisi bahaya kesehatan.Sekitar 7% dari semua pengunjung departemen kedaruratandatang karena masalah toksik atau racun (Brunner and Suddart, KMB,hal : 2485). Toxins are substances that when ingested, inhaled, absorbed, attached to the skin, or produced by the body in relatively small amounts can cause bodily injury in the presence kimia.Kecelakaan reaction through inhalation and swallowing toxic materials, both intentional and since the accident, a condition danger kesehatan.Sekitar 7% of all visitors kedaruratandatang department because the problem of toxic or poisonous (Brunner and Suddart, KMB, p.: 2485).
Racun adalah zat yang bekerja pada tubuh secara kimiawi dan fisiologik yang dalam dosis toksik akan menyebabkan gangguan kesehatan atau mengakibatkan kematian.Pemeriksaanartikel penelitian kesehatan, Toxins are substances that work on the body is chemically and physiologically that in toxic doses will cause health problems or lead to kematian.Pemeriksaanartikel health research,
artikel kesehatan anak, article child health,
artikel kesehatan jantung, articles on heart health,
artikel lingkungan, environmental articles,
artikel kesehatan dan keselamatan kerja, toksikologi ditujukan untuk mencari jenis racun yang masuk dan penyebab kematian.Kecepatan racun berdasarkan cara masuk, berturut-turut dari yang paling cepat menimbulkan efek samping yang paling lambat yaitu imhalasi, kemudian injeksi, oral, rektal atau vaginal, dan terakhir melalui kulit yang sehat (Mansjoer Arief,Kapita Selekta Kedokteran,Jilid 2, hal : 214). article health and safety, toxicology intended to find different types of toxins that enter and cause kematian.Kecepatan toxins based on the way in, in succession from the most immediate cause side effects later than the imhalasi, then injection, oral, rectal or vaginal, and last through healthy skin (Mansjoer Arief, Capita Selekta Medicine, Volume 2, p.: 214).
Ciri-ciri keracunan umumnya tidak khas dan dipengaruhi dengan cara pemberian, apakah melalui kulit, mata, paru, atau suntikan, karena hal ini mungkin mengubah tidak hanya kecepayan absorbsi dan distribusi suatu bahab toksik, tetapi juga jenis dan kecepatan metabolismenya.Pertimbangan lain meliputi perbedaan respon jaringan. The characteristics of toxicity is generally not unique and is affected by the provision, whether through the skin, eyes, lungs, or injections, as this may alter not only the absorption and distribution kecepayan a bahab toxic, but also the type and speed of other metabolismenya.Pertimbangan include differences network response.
Hanya beberapa racun yang menimbulkan gambaran khas seperti adanya bau gas batu nara(saat ini jarang), pupil sangat kecil (pinpoint), muntah, depresi dan hilangnya pernafasan pada kerscunan akut morfin dan alkoloidnya. Only a few toxins that cause typical picture of such a gas odor stone tower (currently rare), very small pupils (pinpoint), vomiting, respiratory depression and loss in acute morphine and alkoloidnya kerscunan. Pupil pinpoint merupakan satu-satunya tanda , karena pupil biasanya berdilatasi pada pasien yang mengalami keracunan akut. Pinpoint pupils is the only sign, because the pupil is usually dilated in patients with acute poisoning. Kecuali pada pasien yang sangat rendah tingkat kesadarannya, pupilnya mungkin menyempit tetapi tidak sampai berukuran pinpoint. Except in patients with a very low level of consciousness, pupils may be narrowed but not to pinpoint size.
Kulit muka merah, banyak berkeringat, tinitus, tuli, takikardi, dan hiperventilasi sangat mengarah pada keracunan salisilat akut (aspirin). Skin flushes, sweating, tinnitus, deafness, tachycardia, and hyperventilation is leading to acute salicylate poisoning (aspirin).
Luka bakar berwarna putih pucat pada mukosa mulut dan luka bakar keabu-abuan pda bibir dan dagu menunjukkan pasien telah meminun bahab kaustik atau korosif; dan bau lisol adalah cirri khas intoksikasi derivate fenol. Pale white burns in the oral mucosa and burns pda grayish lips and chin showed the patient had meminun bahab caustic or corrosive, and odor lisol is typical cirri derivate phenol intoxication.
Ditemukannya juga lesi pada kulit pasien yang tidak sadarkan diri, terutama pada daerah kulit yang eritema, sangat mengarah pada dosis barbiturate berlebihan sebagai penyebab koma. The discovery also lesions on the skin of the patient who is unconscious, especially in areas of skin erythema, is leading to excessive doses of barbiturates as a cause of coma. Frekuensi terjadinya lesi-lesi ini sampai 6%, terutama bila menggunakan preparat-preparat barbiturate dengan masa kerja sedang. The frequency of occurrence of these lesions to 6%, especially when using preparations with barbiturates is working lives. Lesi ini paling sering ditemukan pada lipatan diantara dua permukaan kulit yang mengalami tekanan, seperti celah antar jari dan bagian dalam lipatan lutut. These lesions are most often found in folds of skin between the two surfaces under pressure, such as the gap between the fingers and the inside folds of the knee. Lesi jarang timbul pada daerah dengan tekanan maksimum.Bila dijumpai, biasanya terjadi pada keracunan akut lain, terutama glutetimid, antidepresan trisiklik, metakualon, meprobamat, dan karbon monoksida. The lesions rarely occur in areas with maksimum.Bila pressures encountered, usually occurs in other acute poisoning, especially glutetimid, tricyclic antidepressants, metakualon, meprobamat, and carbon monoxide.
Penting pila diperiksa adanya tanda-tanda tusukan jarum suntik terutama dipunggung tangan, fosa kubiti, lengan bawah dan pada bagian dalam betis serta pleksus vena rectum, vagina, dan sublingual.Luka-luka tusuk ini sering disertai dengan infeksi. Important Pila examined for signs of needle puncture, especially dipunggung hands, cubital fossa, forearm and on the inside of the calf and the venous plexus rectum, vagina, and sublingual.Luka-stab wound is often accompanied by infection.
Ciri lain adalah mainlining, terutama pada penggunaan metakualon dan barbiturat, berupa ulkus dangkal di vena superfisial karena tercecernya obat ke dalam jaringan subkutan. Another feature is mainlining, especially in the use metakualon and barbiturates, a shallow ulcer on the superficial veins because tercecernya medicine into the subcutaneous tissue.
Kombinasi hipertonik, reflek ekstremitas yang meningkat, sering disertai dengan klonus, respon ekstensor, dan mioklonik disamping menurunnya kesadaran menyokong diagnosis keracunan Mandrak (difenhidramin dan metakualon). The combination of hypertonic, which increased limb reflexes, often accompanied by klonus, extensor responses, and myoclonic in addition to decreasing support the diagnosis of poisoning awareness Mandrak (difenhidramin and metakualon).
Hilangnya kesadaran dengan pupil berdilatasi lebar, distensi vesika urinaria, bising usus negative, aritmia jantung, dan gejala-gajala traktus piramidalis sering merupakan akibat dosis berlebih obat antidepresan trisiklik. Loss of consciousness with dilated pupil width, distension vesika urinary, bowel sounds negative, cardiac arrhythmias, and symptom-gajala pyramidal tract is often the result of excessive doses of tricyclic antidepressants.
Riwayat menurunnya kesadran yang jelas dan cepat, disertai dengan gangguan pernafasan dan kadang-kadang henti jantung pada anak muda sering dihubungkan dengan keracunan akut destropropoksifen, terutama bila digunakan bersama alcohol. History declining kesadran clear and fast, accompanied by respiratory problems and sometimes cardiac arrest in young children is often associated with acute poisoning destropropoksifen, especially when used with alcohol.
Anak-anak remaja yang menujukkan cirri-ciri seperti ini mengarah pada intoksikasi alcohol tetapi dengan nafas yang berbau pelarut seperti aseton atau toluene, harus dicurigai telah melakukan solvent sniffing, biasanya karena menghirup perekat buatan pabrik. Teenage children who showed this characteristic leads to alcohol intoxication but with breath that smells of solvents such as acetone or toluene, should be suspected of sniffing solvent, usually by inhaling glue factory-made.
Untuk zat aditif, gejala terdiri dari dua kelompok besar yaitu: For these additives, symptoms consist of two major groups namely:
a. a. Kelompok sindrom simpatomimetik Sympathomimetic syndrome group
Gejala yang sering ditemukan adalah dilusi, paranoid, takikardi, hipertensi, hiperpireksia, keringat banyak, midriasis, hiperefleksi, kejang (pada kasus berat), hipotensi (pda kasus-kasus berat), dan aritmia (pada kasus berat).Obat-obat dengan gejala tersebut adalah: Symptoms are often found is the dilution, paranoia, tachycardia, hypertension, hiperpireksia, sweat a lot, midriasis, hiperefleksi, seizures (in severe cases), hypotension (pda hard cases), and arrhythmia (in severe cases.) Drugs with symptoms are:
• Amfetamin • amphetamine
• MDMA dan derivatnya • MDMA and its derivatives
• Kokain • Cocaine
• Dekongestan • Decongestants
• Intoksikasi teofilin • theophylline intoxication
• Intoksikasi kefein • Intoxication kefein
b. b. Golongan opiate (morfin, patidin, heroin, kodein) dan sedative Group opiate (morphine, patidin, heroin, codeine) and sedatives
Tanda dan gejala yang sering ditemukan adalah koma, depresi nafas, miosis, hipotensi, bradikardi,hipotermia, edema paru, bising usus menurun, hiporefleksi, kejang (pada kasus berat). Signs and symptoms are often found in coma, respiratory depression, miosis, hypotension, bradycardia, hypothermia, pulmonary edema, decreased bowel sounds, hiporefleksi, seizures (in severe cases). Pada kelompok ini dimasukkan beberapa obat yaitu: In this group included several drugs, namely:
• Narkotika • Narcotics
• Barbiturate • barbiturates
• Benzodiasepin • Benzodiasepin
• Meprebamat • Meprebamat
• Etanol • Ethanol
Penggolongan racun berdasarkan sumber, tempat, organ yang dipengaruhi, mekanisme kerja dan cara kerja atau efek racun: Classification of poisons by source, place, organs are affected, mechanism of action and ways of working or toxic effects:
 Racun local : zat korosif, zat iritan seperti arsen, dan HgCl2, anestetik seperti kokain dan asam kobalt;  local Poison: corrosive substance, irritant substances such as arsenic, and HgCl2, anesthetics such as cocaine and cobalt acid;
 Racun sistemik : narkotika, barbiturate, dan alcohol (terutama berpengaruh terhadap susunan saraf pusat), digitalis dan asam oksalat (terutama terhadap jantung),CO dan sianida (terutama terhadap enzim pernapasan intrasel), insektisida golongan fosfor organik karbamat dan chlorinated-hidrokarbon, striknin (terutama terhadap medulla spinalis), catharides dan HgCl2(terutama terhadap ginjal);  Systemic Toxins: narcotics, barbiturates, and alcohol (mainly affect the central nervous system), digitalis and oxalic acid (especially on the heart), CO and cyanide (especially against intracellular respiratory enzymes), organic phosphorus insecticide class-carbamates and chlorinated hydrocarbons, strychnine (especially of the spinal cord), catharides and HgCl2 (especially of kidneys);
 Racun campuran : asam oksalat, asam karbolat, arsen, dan garam Pb.  Poison mix: oxalic acid, karbolat acid, arsenic, and lead salts.
Keracunan makanan merupakan penyakit yang tiba-tiba dan mengejutkan yang dapat terjadi setelah menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi zat racun misalnya botulisme yaitu keracunan yang terjadi akibat terkena racun ikan buntok.Botulisme adalah keracunan makanan yang serius yang membutuhkan surveilen terus menerus. Food poisoning is an illness of sudden and surprising that may occur after ingesting contaminated food or beverage substances such as botulism toxin that is poisoning that occurs due to exposure to toxins buntok.Botulisme fish is a serious food poisoning that requires surveilen continuously.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keracunan: Factors affecting toxicity:
Efek racun bervariasi tergantung dari cara masuk, umur(orang tua,anak biasanya lebih sensitif),kondisi tubuh(adanya demam, penyakit hati, ginjal, lambung, bentuk fisik dsb),kebiasaan (alkohol dan morfin dapat terjadi toleransi), idiosinkrasi dan alergi (dipengaruhi oleh konsentrasi, struktur kimia, adanya efek dan adisi dan sinergisme), dan waktu pemberian (absorbsi sebelum makan lebih baik). Toxic effects vary depending on the way in, age (older people, children are usually more sensitive), body condition (presence of fever, liver disease, kidney, stomach, physical form, etc.), habits (alcohol and morphine tolerance may occur), and allergies idiosinkrasi (influenced by the concentration, chemical structure, the existence and effect of addition and synergism), and time of administration (before eating better absorption).
Keracunan makan dapat disebabkan oleh banyak hal seperti: makanan kaleng yang terkontaminasi zat racun kaleng yang kadaluarsa,keracunan oleh zat racun hewan, bakteri,tunbuhan,oleh gas,dan sebagainya. Food poisoning can be caused by many things such as: canned food contaminated with toxic substances which expired cans, animal poisoning by toxic substances, bacteria, tunbuhan, by gas, and so forth.

No comments:

Post a Comment